Polisi Tangani Kasus Kematian Perempuan di Natar, Lampung Selatan
Lampung Selatan, 16 Januari 2025 - Anggota Kepolisian Resor (Polres) Lampung Selatan, khususnya Polsek Natar, langsung menangani kasus kematian perempuan bernama Kasmini (54) yang ditemukan tergantung di rumahnya di Dusun IV Sarirejo, Desa Natar, Kecamatan Natar.
Kasmini ditemukan meninggal dunia oleh tetangganya, Legimin (34), sekitar pukul 15.30 WIB. Petugas kepolisian segera tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian (TKP) dan memeriksa jenazah. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa tali tambang yang digunakan korban.
Pemeriksaan awal oleh dr. Sihol Nenggolan dari RS Natar Medika tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga korban memilih tidak melakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Surat pernyataan resmi penolakan autopsi telah dibuat.
Seorang perempuan bernama Kasmini (54), warga Dusun IV Sarirejo, Desa Natar, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, ditemukan meninggal dunia pada Kamis (16/1/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Korban ditemukan tergantung dengan tali di kayu penyangga atap rumahnya oleh tetangganya, Legimin (34).
Korban pertama kali ditemukan oleh saksi Legimin, seorang buruh yang tinggal di dekat rumah korban. Menurut keterangan, Legimin melihat Kasmini dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali pada kayu penyangga atap rumahnya.
Sontak, ia melaporkan kejadian ini kepada Mardatina (32), tetangga sekaligus sepupu korban, yang kemudian menghubungi Ketua RT setempat dan pihak berwajib.
Petugas kepolisian dari Polsek Natar tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi memeriksa jenazah dan mengamankan barang bukti berupa tali tambang yang digunakan korban.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan, tidak ada indikasi kekerasan, Polisi juga mencatat semua keterangan dari saksi, namun keluarga korban memilih untuk tidak dilakukan autopsi. Surat pernyataan resmi penolakan autopsi telah dibuat, dengan suami dan keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah.
Keluarga korban, termasuk suaminya, telah menerima kejadian ini dengan ikhlas. Mereka sepakat untuk tidak dilakukan proses autopsi dan berharap kasus ini tidak menjadi bahan spekulasi.